kadang aku sedih melihat mereka yang tidak menghargai ayahnya, padahal jika di bandingkan dengan aku mereka jauh lebih beruntung, karena memliki sosok seorang ayah, bapak, babeh, daddy atau apalah sebutan untuk figur itu, boleh di bialng dari kecil aku tidak pernah berucap tentang kata-kata itu ( ayah )karena memang ayah ku pergi sejak aku berusia 1,5 tahun entah berapa tahun kebelakang, aku malas mengingatnya. tapi satu hal yang selalu aku tanamkan aku tidak boleh cuek, kepergian ayah ku tidak boleh membuat aku diam dan tidak berbuat apa-apa, aku harus berhasil, paling tidak aku berhasil menyelesaikan kuliah S1 ku, banyak orang yang mengucilkan jerih payah ibuku karena menghidupi dua anak sekaligus tanpa campur tangan lelaki ( ayah ku )
namun itulah yang membuat aku bangga akan ibuku beliau sosok ibu yang tidak pernah menyerah oleh keadaan, aral, bahkan kerikil sekalipun, dengan kerendahan hati aku, aku tundukan kepala ku kepadanya, terima kasih ibu, ketahuilah bahwa kau adalah malaikat penyelamatku.
Duhai ibu, kuserahkan hidup ku ...
Kalau kita tidak bisa menuangkan sesuatu dengan ucapan maka jalan satu-satunya adalah melalui tulisan jika temen-temen mau tahu tentang orang yang baru belajar menulis, silahkan lihat, dengar dan rasakan blog ini ...
Jumat, 17 September 2010
Rabu, 15 September 2010
Darah Juang
Disini
negeri kami
tempat pagi terhampar
samudranya kaya raya, Tanah kami subur tuhan.
Dinegeri permai ini berjuta rakyat menyimpan luka
anak kurus tak sekolah,
pemuda desa tak kerja.
anak kurus tak sekolah,
pemuda desa tak kerja.
mereka di rampas haknya,
tergusur dan lapar.
bunda relakan darah juang kami, pada mu kami berbakti.
bunda relakan darah juang kami, pada mu kami berjanji.
negeri kami
tempat pagi terhampar
samudranya kaya raya, Tanah kami subur tuhan.
Dinegeri permai ini berjuta rakyat menyimpan luka
anak kurus tak sekolah,
pemuda desa tak kerja.
anak kurus tak sekolah,
pemuda desa tak kerja.
mereka di rampas haknya,
tergusur dan lapar.
bunda relakan darah juang kami, pada mu kami berbakti.
bunda relakan darah juang kami, pada mu kami berjanji.
Langganan:
Komentar (Atom)

