APA ITU KEJUJURAN … ?
Kalau pak tri sutrisno mantan menhankam pangap bilang
Tidak ada kejujuran yang abadi …
Apa yang di anggap benar bagi sesorang belum tentu sama bagi yang lain
Apa lagi kalu semua itu di lihat dari sudut pandang yang berbeda …
Mungkin aku sependapat dengan apa yang pak tri bilang, kenapa aku bisa berbicara seperti ini karena punya pengalam menarik tentang itu, begini ceritanya.
Aku dilahirkan dari seorang lelaki yang bukan muslim tapi ayah ku memilih jadi mualaf karena ingin menikahi ibu ku tetapi setelah menikah beliau tidak menjalani kewajibanya sebagai mualaf sampai akhirnya dari pihak keluarga ibu ku ngejudge baliau sebagai orang yang mempermainkan agama “ ma’lum keluarga dari ibu ku adalah keluarga yang agamais 90% anggota keluarga adalah santri/santriwan sedangkan kaka dari ibuku adalah seorang kiai terpandang, jadi mereka malu karena mempunyai ipar layaknya ayah ku.
Tetapi seiring adanya kecaman dari keluarga ibuku memilih diam dan tidak menjawab semua perkataan yang di lontarkan dari bibir keluarga, suatu saat ibuku ayah ku pergi meninggalkan keluarga mungkin karena tidak sanggup atau mungkin karena dia merasa nyaman dengan perempuan lain, pada saat itu aku baru berusia dua tahun, ayah ku meninggalkan kau dan keluarga tanpa sepatah kata pun dan kami sama sekali tidak mengetahui dimana beliau berada, hanya secarik kertas ucapan “ SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU” yang tiap tahu datang kerumah ku kami pun mengambil kesimpulan bahwa ayah ku sudah kembali ke agamanya, kami sekeluarga merasa di ludahi terutama ibuku beliau terpukul sekali dan bisa di bilang trauma sama yang namaya lelaki karena hingga aku dewasa beliau belum berani mencintai lelaki lain suatu hari ketika aku duduk di bangku SD keluarga mendapat berita bahwa ayahku telah meninggal dunia, itu terakhir kami tahu keberadaanya dan terakhir kali kami melihat wajah manisnya.
Pada saat itu aku belum mengerti tentang apapun bahkan aku belum mampu menangis, padahal orang yang berada di dalam peti mati itu adalah ayah ku setelah selesai acara penguburan kami pulang kerumah ternyata ibuku tidak mendapat kata turut berduka cita dari keluarga tapi malah di bilang bodoh sebagai perempuan ibuku semakin sedih karena yang berbicara itu adalah orang yang sangat kami hargai dalam keluarga, kasihan ibu.
Ibuku membesarkan aku dan adik kandung ku seorang diri dengan cara berjualan buah-buahan yang setengah layak untuk di konsumsi untuk di jadikan sebagai asinan dengan berbekal tekad yang luhur akhirnya aku tamat sampai STM setelah lulus aku mulai bertanya “ bu bapak dimana “ ibu selalu bilang kalu ayah ku telah meninggal, lalu kau bertanya lagi “ dimana makamnya” ibu lupa waktu itu ibu tidak ikut sampai ke makam saat bapak di kubur, lalu aku berusah mencari tahu sendiri dimana makam ayah ku sebenarnya, aku bertanya sama kaka dari ibuku beliau justru bilang kalau aku tidak boleh menjiarahi makam ayah ku sendiri karena ayah bukan muslim,bahkan mengirimkan do;a saja tidak boleh karena tidak akan samapai pada tujuan, lalu aku bertanya dalam hati “ apa salah kalau ada seorang anak yang berusah mengenal ayahnya sendiri ???? dan semenjak aku tidak pernah sependapat dengan keluarga dari ibuku dan meneruskan pencarian ku sendiri secara diam-diam.
Kalau memang islam mengharamkan aku berjiarah ke makam ayahku sendiri lalu apa yang mesti kau lakukan untuk mengenal ayah ku, asal kalian meskipun hanya nisan yang aku temukan itu sangat berarti sekali untuk aku karena hanya dengan itu aku bisa merasa hidup sebagai anak manusia karena selama ini aku merasa seperti anak dewa karena aku hidup tanpa figure seorang ayah, sebetulnya aku ingin seperti anak-anak yang lain yang makan satu meja dengan ayahnya tapi yang temukan hanya bayangan nisan atas nama ayah ku, setiap datang bulan suci aku selalu teringat nasib diri ku yang jauh dari kehangatan seorang ayah, tapi aku tidak menyalah kan tuhan justru setiap dengar suara adzan aku selalu berdo’a “ ya allah jangan salah kan ibu dan bapak ku yang telah melahirkan “ aku berharap tuhan bisa kasih aku kesempatan menemukan makam ayah sebelum memanggilku untuk kembali kepadanya.
Itulah yang aku bilang mengapa aku setuju dengan apa yang di tulis pak tri karena apa yang kau jalani aku anggap benar ternyata bagi keluarga ku itu salah namun pada akhirnya aku punya keputusan sendiri aku akan tetap terus berdo’a kepadanya agar tuhan mengampuni segala dosa-dosanya, masalah di terima atau tidak itu urusan belakangan.
“ ya allah mengapa aku di lahirkan seperti ini, berbeda dengan yang lain, aku tidak bermaksud mengelu, hanya menanyakan saj”
“ sekarang kau ingin mengangkat tanganku, menundukan kepala ku di hadapan mu “ lalu berkata “ ya allah ampuni,ampuni,ampuni dosa bapak dan ibuku, jadikan semua usaha beliau membesarkanku sebagai mutiara di sisimu, sayangilah beliau seperti beliau menyayangiku di waktu kecil… amin …
Kalau kita tidak bisa menuangkan sesuatu dengan ucapan maka jalan satu-satunya adalah melalui tulisan jika temen-temen mau tahu tentang orang yang baru belajar menulis, silahkan lihat, dengar dan rasakan blog ini ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar